Sabtu, 16 Agustus 2014

Jaman Dugem Vs Jaman Batu

Assalamualaikum wr.wb..............
Lewat blog ini aku menuliskan kisah nyata kehidupan ku dan sahabat ku yang ada di kampung halaman, kisah ini ku tulis atas kesadaran dan dari naluri hati ku yang mengilhami,
Aku dan sahabat ku yang mempunyai perbedaan dalam langkah kehidupan,. Sebut saja namanya sahroje,. Sahroje adalah sahabat ku sejak kecil, bahkan umur kami juga beda-beda tipis,. Mungkin berawal dari kehidupan ku di kampung bersamanya, sahroje adalah anak sulung di keluarganya dan dia juga anak yang paling berbakti kepada orang tua, apa lagi untuk masalah ekonomi dia adalah tulang punggung bagi keluarganya, sama seperti ku, tapi di desa nasib ku tak sebaik dia, videoku nasib di kampung
Namun Sahroje sangat mujur dalam masalah bekerja sebagai nelayan, mempunyai keahlian insting dalam mencari ikan dengan di bekali peralatan yang memadai sedangkan aku cuma seadanya, itulah yang membuat aku terpikir untuk pergi merantau ke kota agar bisa membantu orang tua yang sudah usia senja,. Namun perbedaan ku dengan sahroje sudah di mulai dari tanda-tanda keseharian kehidupan di kampung, bukan alam nyata tapi alam yang tidak nyata ,. Bagaimana tidak di kurun waktu 5 tahun aku merantau di kota, sementara sahroje tidak pernah kemana-mana tetap saja di kampung dan lagi jarang keluar rumah selain berangkat kerja, disinilah bedanya pola pikir ku dan dia, apa lagi untuk masalah cinta,. Mungkin di desa sahroje jomlo wajar karena namanya juga di kampung apalagi jarang keluar rumah, mana ada cewek yang datang,. Akan tetapi aku yang terbiasa hidup di keramaian kota bahkan berpindah-pindah dari kota satu ke kota yang lain, juga mengalami hal yang sama jomlo, ya menurut ku kareana faktor kantong boke dan juga face bad .Namun setiap kali aku pulang kampung dan berbagi cerita tentang cewek, Sahroje selalu menjawab dengan kata-kata sifat cewek yang ku sebutkan namanya, terkadang dalam hati ku berkata kenapa sahabat ku di jaman dugem begini masih saja mempercayai keyakinan yang ada jaman batu dahulu kala, dengan Feiling tebak-menebak ala dukun, pakai minyak-minyakan dan juga ramu-ramuan,. Sahroje selalu menghitungkan aksara nama seseorang dengan ala hitungannya sendiri, sesekali aku merasa penasaran, apa iya dan apa mungkin sahabat ku ini seorang indego, dapat melihat masa depan,. Tapi semua rasa-rasanya tidak bisa ku terima dengan akal logika ku, sementara aku terbiasa memngenal cewek lewat jejaring sosial, dapat melihat photo dan juga bertemu secara langsung, dan menurut ku cewek jaman sekarang ini biasanya suka dengan lawan jenisnya bukan dengan hitungan aksara nama tapi materi dan face, untuk masalah hati itu di nomer tigakan,..
Dan itu sangat membingungkan bukan?? Kita memang harus percaya selain di kehidupan nyata, ada juga kehidupan alam ghaib, karena bukankah di kitab suci Al-Qur'an sudah menjelaskan kita wajib mempercayai yang ghaib karena itu adalah rukun iman, Mempercayai yang ghaib juga berarti mempercayai adanya Allah sang kholik zat yang tidak ada makhluk lain yang setara dengannya dan mempercayai yang ghaib juga ciptaannya seperti malikat-malaikat beserta makhluk jin akan tetapi bukan bergantung kepercayaan kepada makhluk ciptaan tersebut yang kasat mata oleh kita yang hidup di alam nyata,. Atau meyakini suatu benda yang bekhasiat, berarti sama saja dengan jaman BATU berhala,. Tapi kembali lagi ke diri masing-masing, karena kata pak Ustadz, teriring manusia lahir kedunia ini Allah SWT memberi kesempatan untuknya, memilih apa pun keinginannya, mau menjadi sakti dengan ilmu hitam dan ilmu putih, dan mengikuti ajaran sesat, semua bisa dia lakukan, akan tetapi dia sendiri yang akan mempertanggung jawabkan di akhirat kelak. Karena jalan yang lurus sudah di turunkan Allah melalui utusannya untuk membimbimg kita Nabi besar Muhammad SAW yang membawa kitab suci Al-Qur'an,. Lalu kenapa kita mengingkari dan tidak mencontoh sifat-sifatnya Rasulullah,. Dengan ini aku berharap semoga sahabat ku dapat memahami dan mengerti, walau pun aku juga orang yang sering alpa di lima waktu panggilan tiang agama, tapi sedikitlah memahami tentang kepercayaan aqidah iman,. Dan semoga aku juga bisa memperbaiki segala kekurangan ini,. Amin Amin Yaa Robbal alamin.......................